Bismillahirrahmaanirrahiim,ingin berbagi, semoga bermanfaat. :) heu,
tulisan ini inspirasi dari orang2 sekitar, yang terkadang sering "galau" ngedown, karna apa yang ia inginkan belum tercapai atau karena sedikit lelah bersabar karena do'anya belum juga dikabulkan.
pernahkah kita kesal, karena do'a kita belum dikabulkan?? jawabannya kalo saya pribadi sich pernah.. hehe, sering kali kita mengeluh bahkan jengkel karena do'a kita belum juga dikabulkan, bahkan sampai berfikir bahwa Allah tidak mengerti apa yang kita inginkan. Protes pada Allah! :(
astaghfirullah.sampai yg lebih parah berfikir bahwa Allah tidak Adil, do'a orang lain dikabulkan do'a kita tidak! hhmm..mari sama-sama berintrospeksi kawan. apakah ada dari internal kita yang menghambat terkabulnya do'a kita??teringat ketika saya sdg mengaji Tafsir jalalain bersama guru saya, , dan pada saat itu sedang pada pembahasan ayat tentang do'a, Beliau berkata bahwa Allah memakai pola yang Ia inginkan, Allah mengabulkan do'a ilaa fii waqti yuriid, Laa fii waqti turiid, Allah mengabulkan do'a atas waktu yg Ia inginkan, bukan pada waktu yang kita inginkan. :)
lalu beliau menyampaikan suatu kejadian seperti ini.. pada suatu hari, Malaikat Jibril melihat dua orang yang sedang berdo'a, Ia bingung mana yang harus didahulukan dikabul do'anya, lalu Allah bertanya mengenai keseharian ke2 orang tersebut, hamba yang pertama adalah hamba yang hatinya kotor dan tidak ta'at beribadah. sementara hamba yang ke2 hamba yang hatinya bersih dan ta'at beribadah dan ia yang selalu bersimpuh, merintih ketika menghadap padaNya..namun ternyata Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk mengabulkan Hamba yang tidak ta'at beribadah. Malaikat Jibril keheranan, dan bertanya "mengapa yang tidak ta'at beribadah yg Kau dahulukan pengabulan do;anya Ya Allah??" lalu Allah menjawab "Aku terganggu dengan jeritan2 dari hati kotornya orang yg tidak ta'at beribadah, jadi kabulkan saja do;anya terlebih dahulu, namun yang satunya Aku senang dengan cara dia berdo'a, Aku senang dengan ia meneteskan air mata dan memujiku ketika ia berdo'a, maka biarlah Aku lebih lama mendengar ia merintih dan memujiku dalam do'anya, kalau doanya cepat dikabulkan lalu siapa lagi yang akan berdo'a seperti dia??"begitulah.. dari kutipan diatas, bukan berarti kita biarkan hati kita kotor agar Allah justru segera mengabulkan do'a kita, namun disinilah kita akan merasakan bagaimana Allah mengasah kesabaran kita lewat berdo'a, Subhaanallah Allah rindu mendengarkan rintihan2 serta pujian-pujian kita dalam do'a..
mungkin diibaratkan ada seorang pengamen yang suaranya luarbiasa jelek sekali, bising terdengar oleh kita maka dengan refleks kita akan segera memberikan ia uang agar ia cepat berhenti bernyanyi dan pergi, lain halnya ketika seorang pengamen yang suaranya subhaanallah merdu sekali pasti kita akan berlama-lama dulu mendengarkan indanya suaranya baru akan kita biarkan ia pergi dengan memberikan lembaran uang. (yang ia harapkan).begitulah Allah, ternyata Allah pun saaangat ingin kita mendekat padaNya, karena berdo'a merupakan salah satu alat kita berkomunikasi pada Allah. (begitu kata guru saya)
wake uuup! Allah Maha mengerti. kita yang sering kali tidak mengerti
pengabulan do'a itu berproses, seperti halnya pohon yang "akan" berbuah. semua berproses, ketika mulai ditanam tentu tidak langsung berbuah, hanya akan berbuah ketika terus2an kita jaga dan kita sirami. do'a pun seperti itu, ketika kita berdo'a mungkin tidak "langsung" dikabulkan, tapi pasti dikabulkan!! kapanpun itu. Allah tidak mungkin tidak mengabulkan doa kita.
janji Allah ud'uunii astajib lakum!!!! subhaanallah semenjamin itu Allah akan mengabulkan doa kita,
ketika kita sudah merintih, menghadap dan memohon dengan sepenuh hati tapi ternyata belum juga di kabulkan..Laa Takhof walaa tahzan (begitu firmanNya) tersenyumlah.. ^_^ karena sesungguhnya Allah masih bersedia mengasah kesabaran kita sampai waktu pengabulan do'a itu benar2 tiba.. :)
sering kita mendengar atau bahkan mengingatkan kepada teman atau siapapun kata-kata seperti ini "Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan" :) subhaanallah betapa pengertiannya Ia, Ia yang lebih ingin memanjakan kita dengan apa yang sejatinya kita butuhkan, kata2 itu memang sering terucap namun terkadang terasa sulit menanamkan dalam hati.. karena kita terlalu egois dengan tetap memaksa agar Allah mengabulkan apa yang kita inginkan. :)sooo.... berbaik sangkalah pada Allah bahwa Allah PASTI mengabulkan do'a kita dan akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita, karna Firman Allah dalam hadits QudsiNya "Ana 'inda dzonni 'abdibii fain dzonna khoiron fa lahu. faindzonna syarron falahu" Aku ini tergantung perasaan hambaku, jika hambaku berprasangka baik maka aku akan berikan kebaikan kepadanya, jika hambaku berprasangka buruk maka akan aku berikan keburukan kepadanya.. :)
jadiiii.. mari kita beroptimis ria bahwa Allah akan segera mengabulkan do'a kita, jika ternyata Allah lebih dahulu mengabulkan do'a orang lain, berpositif thinkinglah bahwa mungkin mereka sudah terasah kesabarannya, sedangkan kita masih perlu asahan kesabaran sebuah penantian dari Allah..Allah masih berkenan mengasah kebijaksanaan kita dalam menghadapi penantian. :)kalaupun tidak sekarang saat kita meminta, masih ada hari esok saat kita sangat membutuhkan atau bahkan nanti dimana Allah benar2 sudah menyiapkan recana IndahNya..yaa, Allah sedang merencanakan yg terindah, percayalah semua kan indah pada waktuNya.. :)
subhaanallah, betapa bijaksanaNya Ia, Ia ingin memberikan semuanya pada kita pada saat semuanya benar2 indah dan sudah benar-benar matang, Allah tidak mau memberikan yang masih prematur untuk kita.. karna Allah yang lebih bisa merangkai keindahanNya.. allah tidak mau merusak skenario terbaikNya untuk kita.. :)selamat bersabaaar dalam sebuah penantian terkabulnya doa kitaa. :)
semoga doa-doa kita senantiasa segera di kabul oleh Allah mujiibassailiin. aamiin, ^^#sebenarnya ini nasehat untuk saya pribadi. :D
tulisan ini inspirasi dari orang2 sekitar, yang terkadang sering "galau" ngedown, karna apa yang ia inginkan belum tercapai atau karena sedikit lelah bersabar karena do'anya belum juga dikabulkan.
pernahkah kita kesal, karena do'a kita belum dikabulkan?? jawabannya kalo saya pribadi sich pernah.. hehe, sering kali kita mengeluh bahkan jengkel karena do'a kita belum juga dikabulkan, bahkan sampai berfikir bahwa Allah tidak mengerti apa yang kita inginkan. Protes pada Allah! :(
astaghfirullah.sampai yg lebih parah berfikir bahwa Allah tidak Adil, do'a orang lain dikabulkan do'a kita tidak! hhmm..mari sama-sama berintrospeksi kawan. apakah ada dari internal kita yang menghambat terkabulnya do'a kita??teringat ketika saya sdg mengaji Tafsir jalalain bersama guru saya, , dan pada saat itu sedang pada pembahasan ayat tentang do'a, Beliau berkata bahwa Allah memakai pola yang Ia inginkan, Allah mengabulkan do'a ilaa fii waqti yuriid, Laa fii waqti turiid, Allah mengabulkan do'a atas waktu yg Ia inginkan, bukan pada waktu yang kita inginkan. :)
lalu beliau menyampaikan suatu kejadian seperti ini.. pada suatu hari, Malaikat Jibril melihat dua orang yang sedang berdo'a, Ia bingung mana yang harus didahulukan dikabul do'anya, lalu Allah bertanya mengenai keseharian ke2 orang tersebut, hamba yang pertama adalah hamba yang hatinya kotor dan tidak ta'at beribadah. sementara hamba yang ke2 hamba yang hatinya bersih dan ta'at beribadah dan ia yang selalu bersimpuh, merintih ketika menghadap padaNya..namun ternyata Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk mengabulkan Hamba yang tidak ta'at beribadah. Malaikat Jibril keheranan, dan bertanya "mengapa yang tidak ta'at beribadah yg Kau dahulukan pengabulan do;anya Ya Allah??" lalu Allah menjawab "Aku terganggu dengan jeritan2 dari hati kotornya orang yg tidak ta'at beribadah, jadi kabulkan saja do;anya terlebih dahulu, namun yang satunya Aku senang dengan cara dia berdo'a, Aku senang dengan ia meneteskan air mata dan memujiku ketika ia berdo'a, maka biarlah Aku lebih lama mendengar ia merintih dan memujiku dalam do'anya, kalau doanya cepat dikabulkan lalu siapa lagi yang akan berdo'a seperti dia??"begitulah.. dari kutipan diatas, bukan berarti kita biarkan hati kita kotor agar Allah justru segera mengabulkan do'a kita, namun disinilah kita akan merasakan bagaimana Allah mengasah kesabaran kita lewat berdo'a, Subhaanallah Allah rindu mendengarkan rintihan2 serta pujian-pujian kita dalam do'a..
mungkin diibaratkan ada seorang pengamen yang suaranya luarbiasa jelek sekali, bising terdengar oleh kita maka dengan refleks kita akan segera memberikan ia uang agar ia cepat berhenti bernyanyi dan pergi, lain halnya ketika seorang pengamen yang suaranya subhaanallah merdu sekali pasti kita akan berlama-lama dulu mendengarkan indanya suaranya baru akan kita biarkan ia pergi dengan memberikan lembaran uang. (yang ia harapkan).begitulah Allah, ternyata Allah pun saaangat ingin kita mendekat padaNya, karena berdo'a merupakan salah satu alat kita berkomunikasi pada Allah. (begitu kata guru saya)
wake uuup! Allah Maha mengerti. kita yang sering kali tidak mengerti
pengabulan do'a itu berproses, seperti halnya pohon yang "akan" berbuah. semua berproses, ketika mulai ditanam tentu tidak langsung berbuah, hanya akan berbuah ketika terus2an kita jaga dan kita sirami. do'a pun seperti itu, ketika kita berdo'a mungkin tidak "langsung" dikabulkan, tapi pasti dikabulkan!! kapanpun itu. Allah tidak mungkin tidak mengabulkan doa kita.
janji Allah ud'uunii astajib lakum!!!! subhaanallah semenjamin itu Allah akan mengabulkan doa kita,
ketika kita sudah merintih, menghadap dan memohon dengan sepenuh hati tapi ternyata belum juga di kabulkan..Laa Takhof walaa tahzan (begitu firmanNya) tersenyumlah.. ^_^ karena sesungguhnya Allah masih bersedia mengasah kesabaran kita sampai waktu pengabulan do'a itu benar2 tiba.. :)
sering kita mendengar atau bahkan mengingatkan kepada teman atau siapapun kata-kata seperti ini "Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan" :) subhaanallah betapa pengertiannya Ia, Ia yang lebih ingin memanjakan kita dengan apa yang sejatinya kita butuhkan, kata2 itu memang sering terucap namun terkadang terasa sulit menanamkan dalam hati.. karena kita terlalu egois dengan tetap memaksa agar Allah mengabulkan apa yang kita inginkan. :)sooo.... berbaik sangkalah pada Allah bahwa Allah PASTI mengabulkan do'a kita dan akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita, karna Firman Allah dalam hadits QudsiNya "Ana 'inda dzonni 'abdibii fain dzonna khoiron fa lahu. faindzonna syarron falahu" Aku ini tergantung perasaan hambaku, jika hambaku berprasangka baik maka aku akan berikan kebaikan kepadanya, jika hambaku berprasangka buruk maka akan aku berikan keburukan kepadanya.. :)
jadiiii.. mari kita beroptimis ria bahwa Allah akan segera mengabulkan do'a kita, jika ternyata Allah lebih dahulu mengabulkan do'a orang lain, berpositif thinkinglah bahwa mungkin mereka sudah terasah kesabarannya, sedangkan kita masih perlu asahan kesabaran sebuah penantian dari Allah..Allah masih berkenan mengasah kebijaksanaan kita dalam menghadapi penantian. :)kalaupun tidak sekarang saat kita meminta, masih ada hari esok saat kita sangat membutuhkan atau bahkan nanti dimana Allah benar2 sudah menyiapkan recana IndahNya..yaa, Allah sedang merencanakan yg terindah, percayalah semua kan indah pada waktuNya.. :)
subhaanallah, betapa bijaksanaNya Ia, Ia ingin memberikan semuanya pada kita pada saat semuanya benar2 indah dan sudah benar-benar matang, Allah tidak mau memberikan yang masih prematur untuk kita.. karna Allah yang lebih bisa merangkai keindahanNya.. allah tidak mau merusak skenario terbaikNya untuk kita.. :)selamat bersabaaar dalam sebuah penantian terkabulnya doa kitaa. :)
semoga doa-doa kita senantiasa segera di kabul oleh Allah mujiibassailiin. aamiin, ^^#sebenarnya ini nasehat untuk saya pribadi. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar