Tahukah Engkau
Dari pertama kita berjumpa
Sudah sangatku sadari
Kau adalah bunga yang menanti mentari pagi hari
Sementara aku adalah akar yang terpendam dalam kegelapan
Yaa,,
Kau mencari kebenaran disetiap sudut kaca
Dan masih mencoba tuntaskan gelisah jiwa
Kau bilang demi senyuman, demi harapan
Dan demi syurga yang telah engkau siapkan
Namun apa yang ku dapat
Ranting rapuh yang tak kuat diikat
Kain lusuh yang tergelar berduri
Yang menambah deritaku tak bertepi
Kau tahu hati tak mampuh terungkap
Namun ingatlah senyumku takkan pernah tidur lelap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar